Biaya bahan bakar minyak (BBM) dan pemeliharaan armada seringkali menjadi komponen pengeluaran terbesar dalam operasional bisnis logistik. Perencanaan rute yang masih dilakukan secara manual tidak hanya membuang waktu admin, tetapi juga rentan terhadap kesalahan, seperti memilih jalur yang macet, rute memutar, atau jalan yang tidak bisa dilalui truk besar.

Masalah Rute Manual
Tanpa visibilitas yang baik, driver sering kali harus meraba-raba rute terbaik saat berada di lapangan. Hal ini mengakibatkan jarak tempuh menjadi lebih panjang dari yang seharusnya. Semakin jauh jarak yang ditempuh tanpa perencanaan, semakin bengkak pula biaya operasional harian perusahaan.
Solusi Optimasi Otomatis
Penggunaan perangkat lunak seperti Nakoola mengubah cara perusahaan merencanakan pengiriman. Fitur optimasi rute pada sistem TMS dapat menganalisis banyak variabel secara instan, mulai dari jarak tempuh terpendek, kapasitas kendaraan, jumlah titik pemberhentian, hingga perkiraan waktu tiba.
Sistem akan secara otomatis merekomendasikan urutan pengiriman yang paling efisien kepada driver melalui aplikasi. Hasilnya? Konsumsi BBM turun drastis, waktu pengiriman jauh lebih cepat, dan armada bisa melakukan lebih banyak pengiriman dalam satu hari tanpa harus menambah jumlah kendaraan.